Problem Identification ↓ Requirement Engineering ↓ SRS ↓ System Analysis ↓ Architecture Design ↓ Database Design ↓ Backend & Frontend Design ↓ Integration ↓ Testing & Deployment
Sistem Pemesanan Makanan Online untuk UMKM
Tahap ini adalah fondasi rekayasa perangkat lunak.
Kesalahan di tahap ini akan berdampak ke seluruh siklus pengembangan.
🎯 TUJUAN IDENTIFIKASI MASALAH
Memahami:
-
Masalah bisnis yang sebenarnya
-
Proses operasional saat ini (AS-IS)
-
Hambatan pertumbuhan
-
Kebutuhan nyata stakeholder
Prinsip penting:
Jangan membangun sistem berdasarkan asumsi teknis, tetapi berdasarkan masalah bisnis yang terverifikasi.
🔍 AKTIVITAS IDENTIFIKASI MASALAH
1️⃣ Observasi Proses Bisnis (AS-IS Analysis)
📌 Tujuan
Memahami bagaimana sistem berjalan saat ini.
📋 Kondisi UMKM (Manual System)
Alur pemesanan yang terjadi:
🔎 Temuan Observasi
1. Proses Tidak Terstandarisasi
-
Format pesanan berbeda-beda
-
Admin harus membaca chat satu per satu
2. Human Error Tinggi
-
Salah catat jumlah
-
Salah hitung total
-
Lupa mencatat pesanan
3. Tidak Ada Database Terpusat
-
Data pelanggan tidak tersimpan
-
Riwayat transaksi tidak terdokumentasi
4. Tidak Real-Time
-
Dapur sering terlambat menerima pesanan
-
Tidak ada notifikasi otomatis
📊 Dampak Operasional
| Masalah | Dampak |
|---|---|
| Manual input | Lambat |
| Tidak terstruktur | Sulit analisis |
| Tidak ada laporan | Owner tidak tahu performa |
| Chat menumpuk | Customer experience buruk |
2️⃣ Interview Stakeholder
Stakeholder utama:
-
Owner UMKM
-
Admin kasir
-
Pelanggan tetap
-
Staff dapur
🎙 Hasil Interview – Owner
Keluhan utama:
-
Tidak tahu menu mana paling laris
-
Sulit menghitung omzet harian
-
Tidak ada laporan bulanan otomatis
-
Ketergantungan pada admin
🎙 Hasil Interview – Admin
Keluhan:
-
Chat terlalu banyak saat jam sibuk
-
Sering salah hitung
-
Harus copy-paste alamat manual
🎙 Hasil Interview – Pelanggan
Keluhan:
-
Lama dibalas
-
Tidak tahu status pesanan
-
Tidak ada katalog menu rapi
3️⃣ Identifikasi Pain Point
Dari observasi dan interview, ditemukan pain point berikut:
🔴 Pain Point 1: Inefisiensi Operasional
-
1 admin hanya mampu menangani ±20 order/jam
-
Pada jam sibuk terjadi bottleneck
🔴 Pain Point 2: Kesalahan Perhitungan
-
Total salah
-
Diskon lupa diterapkan
-
Ongkir tidak konsisten
🔴 Pain Point 3: Tidak Ada Insight Bisnis
Owner tidak memiliki:
-
Data penjualan per hari
-
Produk terlaris
-
Repeat customer rate
🔴 Pain Point 4: Skalabilitas Rendah
Jika pesanan meningkat:
-
Admin harus ditambah
-
Biaya operasional meningkat
🔴 Pain Point 5: Customer Experience Rendah
-
Tidak ada tracking
-
Tidak ada konfirmasi otomatis
-
Tidak ada sistem terstruktur
4️⃣ Analisis Gap Sistem Lama (Gap Analysis)
📊 Perbandingan AS-IS vs TO-BE
| Aspek | AS-IS (Manual) | TO-BE (Digital System) |
|---|---|---|
| Pencatatan | Buku/Chat | Database |
| Perhitungan | Manual | Otomatis |
| Laporan | Tidak ada | Real-time dashboard |
| Proses | Lambat | Otomatis |
| Skalabilitas | Rendah | Tinggi |
📌 Gap Utama
-
Tidak ada sistem terpusat
-
Tidak ada automasi
-
Tidak ada analitik
-
Tidak ada integrasi data
📌 OUTPUT TAHAP IDENTIFIKASI MASALAH
1️⃣ Problem Statement
UMKM mengalami inefisiensi operasional dalam proses pemesanan makanan karena sistem masih dilakukan secara manual melalui WhatsApp dan pencatatan buku, sehingga menyebabkan kesalahan pencatatan, lambatnya pelayanan, tidak tersedianya data analitik, serta keterbatasan skalabilitas bisnis.
2️⃣ Business Objective
Tujuan bisnis yang ingin dicapai:
-
Meningkatkan efisiensi pemrosesan pesanan minimal 50%
-
Mengurangi human error hingga <5%
-
Menyediakan laporan penjualan real-time
-
Meningkatkan kapasitas order tanpa menambah SDM
-
Meningkatkan kepuasan pelanggan
3️⃣ High-Level Solution
Mengembangkan sistem pemesanan makanan berbasis web dengan fitur:
-
Registrasi & login pelanggan
-
Katalog produk digital
-
Keranjang belanja otomatis
-
Checkout otomatis
-
Dashboard admin
-
Laporan penjualan real-time
-
Database terpusat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar