Senin, 16 Februari 2026

Google Sheet to HTML

 
















Hartono elektronik

 


https://www.youtube.com/watch?v=uAEpLatfHMM




Import Data

 






Belajar Python 1

 










Minggu, 15 Februari 2026

Software Development - Tahapan Requirement Engineering

 



Problem Identification ↓ Requirement Engineering ↓ SRS ↓ System Analysis ↓ Architecture Design ↓ Database Design ↓ Backend & Frontend Design ↓ Integration ↓ Testing & Deployment

TAHAPAN REQUIREMENT ENGINEERING

Requirement Engineering terdiri dari lima tahap utama:

Elicitation → Analysis → Specification → Validation → Management

Kelima tahap ini bersifat iteratif, bukan linear kaku. Dalam praktik nyata, sering terjadi pengulangan antar tahap.


1️⃣ ELICITATION (Penggalian Kebutuhan)

📌 Definisi

Proses mengidentifikasi dan mengumpulkan kebutuhan sistem dari stakeholder.

🎯 Tujuan

  • Memahami kebutuhan bisnis

  • Menggali ekspektasi stakeholder

  • Mengidentifikasi masalah sistem lama

  • Menemukan kebutuhan eksplisit & implisit


🎭 Aktivitas Utama

  • Interview

  • Workshop

  • Observasi lapangan

  • Kuesioner

  • Prototyping awal

  • Analisis dokumen lama


📌 Jenis Kebutuhan yang Dikumpulkan

  1. Business Requirement

  2. User Requirement

  3. System Requirement


⚠️ Tantangan

  • Stakeholder tidak mampu menjelaskan kebutuhan secara jelas

  • Kebutuhan saling bertentangan

  • Kebutuhan tersembunyi (implicit requirement)


📌 Output

  • Raw requirement list

  • Stakeholder list

  • Catatan wawancara

  • Daftar masalah sistem


2️⃣ ANALYSIS (Analisis Kebutuhan)

📌 Definisi

Proses menyaring, mengklarifikasi, dan memodelkan requirement agar tidak ambigu.


🎯 Tujuan

  • Menghilangkan duplikasi

  • Mengatasi konflik requirement

  • Mengidentifikasi prioritas

  • Memastikan feasibility (teknis & bisnis)


🔍 Aktivitas

  • Requirement classification (FR & NFR)

  • Conflict resolution

  • Prioritization (MoSCoW)

  • Modeling (Use Case, Activity Diagram)

  • Feasibility analysis


📊 Contoh Klasifikasi

Functional Requirement

  • Sistem harus menyimpan data transaksi

Non-Functional Requirement

  • Response time < 2 detik


⚠️ Risiko Jika Tidak Dianalisis

  • Ambiguity

  • Scope creep

  • Sistem tidak realistis


📌 Output

  • Requirement yang telah diperjelas

  • Prioritas requirement

  • Model analisis (Use Case list)


3️⃣ SPECIFICATION (Spesifikasi Kebutuhan)

📌 Definisi

Tahap mendokumentasikan requirement dalam format formal dan terstruktur.


🎯 Tujuan

  • Membuat dokumen resmi

  • Menghindari interpretasi berbeda

  • Menjadi kontrak antara client & developer


📑 Format Umum

1. Functional Requirement (FR)

FR-01: Sistem harus menyediakan login pengguna.

2. Non-Functional Requirement (NFR)

NFR-01: Sistem harus memiliki uptime 99%.


📌 Karakteristik Requirement yang Baik (SMART)

  • Specific

  • Measurable

  • Achievable

  • Relevant

  • Testable


📌 Output

  • Dokumen SRS

  • Requirement specification document

  • Requirement Traceability Matrix


4️⃣ VALIDATION (Validasi Kebutuhan)

📌 Definisi

Memastikan requirement benar, lengkap, dan sesuai kebutuhan stakeholder.


🎯 Tujuan

  • Menghindari kesalahan sebelum coding

  • Memastikan semua stakeholder sepakat

  • Mengurangi rework


🛠 Metode Validasi

  1. Requirement review meeting

  2. Walkthrough document

  3. Prototype demonstration

  4. Checklist verification

  5. Test-case derivation


📋 Checklist Validasi

KriteriaPertanyaan
Lengkap?Semua kebutuhan sudah dicatat?
Konsisten?Tidak ada konflik?
Testable?Bisa diuji?
Jelas?Tidak ambigu?

📌 Output

  • Requirement yang disetujui (baseline)

  • Dokumen final untuk tahap desain


5️⃣ MANAGEMENT (Manajemen Requirement)

📌 Definisi

Mengelola perubahan requirement selama siklus hidup proyek.


🎯 Tujuan

  • Mengendalikan perubahan

  • Menghindari scope creep

  • Menjaga stabilitas proyek


🔄 Proses Change Management

Change Request ↓ Impact Analysis ↓ Approval ↓ Update Document

📊 Contoh Perubahan

Awal:

  • Tidak ada fitur diskon

Owner meminta:

  • Tambah fitur promo

Tim melakukan:

  • Analisis dampak database

  • Update SRS

  • Update estimasi waktu


📌 Tools Requirement Management

  • Jira

  • Trello

  • Azure DevOps

  • Git issue tracking


🔁 Sifat Iteratif Requirement Engineering

Requirement Engineering tidak berhenti setelah SRS selesai.

Dalam Agile:

Backlog Refinement → Sprint Planning → Review → Update Requirement

Dalam Waterfall:
Perubahan dilakukan melalui formal change request.


📊 RINGKASAN TAHAPAN

TahapFokusOutput
ElicitationMenggali kebutuhanRaw requirement
AnalysisKlarifikasi & prioritasRequirement terstruktur
SpecificationDokumentasi formalSRS
ValidationVerifikasi & persetujuanBaseline requirement
ManagementMengelola perubahanUpdated requirement

Software Development - Requirement Engineering

 



Problem Identification ↓ Requirement Engineering ↓ SRS ↓ System Analysis ↓ Architecture Design ↓ Database Design ↓ Backend & Frontend Design ↓ Integration ↓ Testing & Deployment

REQUIREMENT ENGINEERING

📌 Definisi

Requirement Engineering adalah proses sistematis untuk:

  • Mengidentifikasi kebutuhan sistem

  • Mengumpulkan kebutuhan dari stakeholder

  • Menganalisis dan menyaring kebutuhan

  • Mendokumentasikan kebutuhan secara formal

  • Memvalidasi kebutuhan sebelum sistem dikembangkan

Requirement Engineering menjawab pertanyaan:
“Apa yang harus dibangun?” sebelum masuk ke “Bagaimana cara membangunnya?”


🎯 Tujuan Requirement Engineering

  1. Memastikan sistem sesuai kebutuhan bisnis

  2. Menghindari kesalahan desain sejak awal

  3. Mengurangi risiko perubahan besar di tengah proyek

  4. Menjadi dasar penyusunan SRS

  5. Menjadi referensi tim developer, tester, dan stakeholder


🔄 TAHAPAN REQUIREMENT ENGINEERING

Requirement Engineering bukan hanya mengumpulkan kebutuhan, tetapi melibatkan beberapa tahap:

Elicitation → Analysis → Specification → Validation → Management

Pada pembahasan ini fokus pada tahap awal:

🎯 Tahapan Mengumpulkan Kebutuhan Sistem dari Stakeholder


🎭 STAKEHOLDER

Stakeholder adalah pihak yang memiliki kepentingan terhadap sistem.

1️⃣ User

Contoh:

  • Pelanggan

  • Operator sistem

Fokus:

  • Kemudahan penggunaan

  • Kecepatan akses

  • Kejelasan informasi


2️⃣ Owner / Business Owner

Fokus:

  • Efisiensi operasional

  • Peningkatan pendapatan

  • Laporan dan analitik

  • Return on Investment (ROI)


3️⃣ Admin

Fokus:

  • Kemudahan pengelolaan data

  • Kontrol sistem

  • Monitoring transaksi


4️⃣ IT Team

Fokus:

  • Maintainability

  • Scalability

  • Security

  • Integrasi sistem


5️⃣ Regulator

Fokus:

  • Kepatuhan hukum

  • Perlindungan data pribadi

  • Standar keamanan sistem


🛠 METODE PENGUMPULAN REQUIREMENT

Berikut metode yang umum digunakan dalam praktik profesional.


1️⃣ Interview

📌 Definisi

Percakapan terstruktur dengan stakeholder untuk menggali kebutuhan.

📌 Tujuan

  • Mendapatkan informasi mendalam

  • Memahami pain point

  • Mengetahui ekspektasi sistem

📌 Kelebihan

  • Detail dan kontekstual

  • Bisa menggali kebutuhan tersembunyi

📌 Kekurangan

  • Subjektif

  • Bergantung pada kemampuan interviewer


2️⃣ Workshop

📌 Definisi

Diskusi kelompok terstruktur dengan berbagai stakeholder.

📌 Tujuan

  • Menyamakan persepsi

  • Menghindari konflik requirement

  • Mendapatkan konsensus

📌 Output

  • Requirement yang disepakati bersama


3️⃣ Kuesioner

📌 Definisi

Pengumpulan data melalui pertanyaan tertulis.

📌 Cocok untuk:

  • Banyak responden

  • User skala besar

📌 Kelebihan

  • Efisien

  • Terstruktur

📌 Kekurangan

  • Kurang mendalam


4️⃣ Prototyping

📌 Definisi

Membuat model awal sistem (mockup/wireframe).

📌 Tujuan

  • Memvalidasi kebutuhan

  • Mengurangi kesalahan interpretasi

📌 Manfaat

  • Stakeholder lebih mudah memahami sistem

  • Mengurangi ambiguity


5️⃣ Observasi Lapangan

📌 Definisi

Mengamati langsung proses bisnis yang sedang berjalan.

📌 Tujuan

  • Memahami sistem AS-IS

  • Menemukan masalah nyata

📌 Kelebihan

  • Data objektif

  • Mengungkap kebutuhan yang tidak disadari stakeholder


📌 OUTPUT REQUIREMENT ENGINEERING

Setelah proses pengumpulan selesai, hasilnya harus terdokumentasi secara formal.


1️⃣ Daftar Kebutuhan Sistem

Contoh format:

Functional Requirement

  • Sistem harus menyediakan login

  • Sistem harus menyimpan transaksi

Non-Functional Requirement

  • Sistem harus responsif

  • Sistem harus aman


2️⃣ Prioritas Kebutuhan

Menggunakan metode seperti:

  • MoSCoW Method

KategoriArti
Must HaveWajib
Should HavePenting
Could HaveTambahan
Won’t HaveTidak sekarang

Contoh:

RequirementPrioritas
LoginMust
Dashboard laporanShould
Dark modeCould


3️⃣ Dokumen Requirement Awal

Dokumen ini biasanya berisi:

  1. Ringkasan kebutuhan bisnis

  2. Daftar functional requirement

  3. Daftar non-functional requirement

  4. Stakeholder list

  5. Constraint

  6. Assumption

Dokumen ini menjadi dasar penyusunan SRS formal.

Software Development - Problem Identification

 




Problem Identification ↓ Requirement Engineering ↓ SRS ↓ System Analysis ↓ Architecture Design ↓ Database Design ↓ Backend & Frontend Design ↓ Integration ↓ Testing & Deployment

Sistem Pemesanan Makanan Online untuk UMKM

Tahap ini adalah fondasi rekayasa perangkat lunak.
Kesalahan di tahap ini akan berdampak ke seluruh siklus pengembangan.


🎯 TUJUAN IDENTIFIKASI MASALAH

Memahami:

  • Masalah bisnis yang sebenarnya

  • Proses operasional saat ini (AS-IS)

  • Hambatan pertumbuhan

  • Kebutuhan nyata stakeholder

Prinsip penting:
Jangan membangun sistem berdasarkan asumsi teknis, tetapi berdasarkan masalah bisnis yang terverifikasi.


🔍 AKTIVITAS IDENTIFIKASI MASALAH


1️⃣ Observasi Proses Bisnis (AS-IS Analysis)

📌 Tujuan

Memahami bagaimana sistem berjalan saat ini.

📋 Kondisi UMKM (Manual System)

Alur pemesanan yang terjadi:

Pelanggan kirim pesan WhatsApp ↓ Admin membalas manual ↓ Pesanan dicatat di buku ↓ Dapur menerima informasi via lisan ↓ Admin hitung total manual ↓ Pelanggan transfer ↓ Admin konfirmasi manual

🔎 Temuan Observasi

1. Proses Tidak Terstandarisasi

  • Format pesanan berbeda-beda

  • Admin harus membaca chat satu per satu

2. Human Error Tinggi

  • Salah catat jumlah

  • Salah hitung total

  • Lupa mencatat pesanan

3. Tidak Ada Database Terpusat

  • Data pelanggan tidak tersimpan

  • Riwayat transaksi tidak terdokumentasi

4. Tidak Real-Time

  • Dapur sering terlambat menerima pesanan

  • Tidak ada notifikasi otomatis


📊 Dampak Operasional

MasalahDampak
Manual inputLambat
Tidak terstrukturSulit analisis
Tidak ada laporanOwner tidak tahu performa
Chat menumpukCustomer experience buruk

2️⃣ Interview Stakeholder

Stakeholder utama:

  • Owner UMKM

  • Admin kasir

  • Pelanggan tetap

  • Staff dapur


🎙 Hasil Interview – Owner

Keluhan utama:

  • Tidak tahu menu mana paling laris

  • Sulit menghitung omzet harian

  • Tidak ada laporan bulanan otomatis

  • Ketergantungan pada admin


🎙 Hasil Interview – Admin

Keluhan:

  • Chat terlalu banyak saat jam sibuk

  • Sering salah hitung

  • Harus copy-paste alamat manual


🎙 Hasil Interview – Pelanggan

Keluhan:

  • Lama dibalas

  • Tidak tahu status pesanan

  • Tidak ada katalog menu rapi


3️⃣ Identifikasi Pain Point

Dari observasi dan interview, ditemukan pain point berikut:


🔴 Pain Point 1: Inefisiensi Operasional

  • 1 admin hanya mampu menangani ±20 order/jam

  • Pada jam sibuk terjadi bottleneck


🔴 Pain Point 2: Kesalahan Perhitungan

  • Total salah

  • Diskon lupa diterapkan

  • Ongkir tidak konsisten


🔴 Pain Point 3: Tidak Ada Insight Bisnis

Owner tidak memiliki:

  • Data penjualan per hari

  • Produk terlaris

  • Repeat customer rate


🔴 Pain Point 4: Skalabilitas Rendah

Jika pesanan meningkat:

  • Admin harus ditambah

  • Biaya operasional meningkat


🔴 Pain Point 5: Customer Experience Rendah

  • Tidak ada tracking

  • Tidak ada konfirmasi otomatis

  • Tidak ada sistem terstruktur


4️⃣ Analisis Gap Sistem Lama (Gap Analysis)

📊 Perbandingan AS-IS vs TO-BE

AspekAS-IS (Manual)TO-BE (Digital System)
PencatatanBuku/ChatDatabase
PerhitunganManualOtomatis
LaporanTidak adaReal-time dashboard
ProsesLambatOtomatis
SkalabilitasRendahTinggi

📌 Gap Utama

  1. Tidak ada sistem terpusat

  2. Tidak ada automasi

  3. Tidak ada analitik

  4. Tidak ada integrasi data


📌 OUTPUT TAHAP IDENTIFIKASI MASALAH


1️⃣ Problem Statement

UMKM mengalami inefisiensi operasional dalam proses pemesanan makanan karena sistem masih dilakukan secara manual melalui WhatsApp dan pencatatan buku, sehingga menyebabkan kesalahan pencatatan, lambatnya pelayanan, tidak tersedianya data analitik, serta keterbatasan skalabilitas bisnis.


2️⃣ Business Objective

Tujuan bisnis yang ingin dicapai:

  1. Meningkatkan efisiensi pemrosesan pesanan minimal 50%

  2. Mengurangi human error hingga <5%

  3. Menyediakan laporan penjualan real-time

  4. Meningkatkan kapasitas order tanpa menambah SDM

  5. Meningkatkan kepuasan pelanggan


3️⃣ High-Level Solution

Mengembangkan sistem pemesanan makanan berbasis web dengan fitur:

  • Registrasi & login pelanggan

  • Katalog produk digital

  • Keranjang belanja otomatis

  • Checkout otomatis

  • Dashboard admin

  • Laporan penjualan real-time

  • Database terpusat

Google Sheet to HTML

  https://www.youtube.com/watch?v=uqmeYQ7JsrU https://script.google.com/home/projects/1JAv1Ip-KQphOISPxabRAsrUvT0UDLvxAC1_LDuXjASiQ12V-wjqv9...