Selasa, 12 Mei 2026

Android - Kumpulan Studi Kasus Project

 








Web Apps - Cashier Web App

 




React - Studi Kasus Aplikasi

 








Android Studi Kasus

 







Wireframe


Hign Fidelity Design


Prototype


Output




Studi Kasus:

“Student Task Management App”

Aplikasi digunakan untuk membantu mahasiswa mencatat tugas kuliah, deadline, status pengerjaan, dan prioritas tugas.


Fitur Utama Aplikasi

1. Splash Screen

Buat splash screen modern menggunakan:

  • Logo aplikasi
  • Nama aplikasi
  • Animasi sederhana

2. Authentication UI (Dummy)

Buat tampilan:

  • Login
  • Register

Data login tidak perlu online, cukup validasi lokal.

Gunakan:

  • TextField Material 3
  • Elevated Button
  • Card
  • Snackbar validasi

3. Dashboard/Home Screen

Tampilkan:

  • Jumlah tugas selesai
  • Jumlah tugas pending
  • Progress tugas

Gunakan komponen:

  • Top App Bar
  • Floating Action Button (FAB)
  • Navigation Drawer / Bottom Navigation
  • Cards Material Design

4. CRUD Task Management

Mahasiswa dapat:

  • Menambah tugas
  • Mengedit tugas
  • Menghapus tugas
  • Melihat detail tugas

Field data:

  • id
  • nama_tugas
  • mata_kuliah
  • deadline
  • prioritas
  • status
  • catatan

5. SQLite Database

Gunakan:

  • Room Database

Implementasikan:

  • Entity
  • DAO
  • Repository
  • Database Class

Operasi:

  • Insert
  • Update
  • Delete
  • Select All
  • Search

6. Search & Filter

Tambahkan fitur:

  • Pencarian tugas
  • Filter berdasarkan:
    • Prioritas
    • Status
    • Mata kuliah

Gunakan:

  • Search Bar
  • Chip Filter
  • Dropdown Menu

7. Statistik Tugas

Tampilkan:

  • Pie chart tugas selesai/pending
  • Statistik prioritas tugas

Gunakan:

  • Progress Indicator
  • Compose Chart Library

8. Notification Reminder

Tambahkan:

  • Pengingat deadline tugas

Gunakan:

  • WorkManager atau AlarmManager

Ketentuan UI/UX (Material Design 3)

Aplikasi wajib menggunakan prinsip Material Design:

Komponen yang wajib digunakan

  • Scaffold
  • TopAppBar
  • NavigationBar
  • FloatingActionButton
  • Card
  • Snackbar
  • ModalBottomSheet
  • Dialog
  • LazyColumn
  • Material Icons

Ketentuan Jetpack Compose

Gunakan:

  • State Management
  • remember
  • mutableStateOf
  • ViewModel
  • StateFlow / LiveData

Navigasi:

  • Navigation Compose

Ketentuan Arsitektur

Gunakan MVVM:

  • Model
  • ViewModel
  • Repository
  • UI Compose

Struktur Folder yang Disarankan

com.example.studenttaskapp

├── data
│ ├── local
│ ├── repository

├── model

├── ui
│ ├── screen
│ ├── component
│ ├── theme

├── viewmodel

├── navigation

└── MainActivity.kt

Fitur Tambahan (Opsional)

Mahasiswa dapat menambahkan:

  • Dark Mode
  • Export PDF
  • Upload attachment
  • Firebase Sync
  • Multi-user
  • Kalender akademik

Output yang Harus Dikumpulkan

Mahasiswa wajib mengumpulkan:

  1. Source code lengkap
  2. Desain UI Figma
  3. Diagram arsitektur aplikasi
  4. ERD database SQLite
  5. Screenshot aplikasi
  6. Video demo aplikasi
  7. Laporan implementasi


UI/UX - Framework Desain

 











https://www.dicoding.com/blog/low-fidelity-vs-high-fidelity-prototyping/

https://sis.binus.ac.id/2023/02/08/33313/

https://medium.com/insightdesign/istilah-istilah-dalam-bidang-ui-ux-59f125628742

https://www.gamelab.id/news/356-istilah-dalam-desain-uiux

Senin, 11 Mei 2026

Web - Proyek PPDB SMK Online

 Spesifikasi Perangkat Lunak



Arsitektur Aplikasi






FRONT End

Desain UI/UX

Wireframe



High fidelity design



Prototype



FullStacks Development

https://docs.google.com/document/d/1AOfUy2eFqLhFW8hAToabuwNNp4Scv7SO/edit?usp=drive_link&rtpof=true&sd=true


Panduan Implementasi

https://docs.google.com/document/d/1UUGyhNjVEgZlqmzSU0Kj_UCI_CeeNTl4/edit?usp=drive_link&ouid=112365073285716859334&rtpof=true&sd=true

Materi Teknologi Web PHP MySQL

https://docs.google.com/document/d/1aiHPxsFc5RTKJB_4XF4MslpkqiycW8tM/edit?usp=drive_link&ouid=112365073285716859334&rtpof=true&sd=true

BACK END

Membuat back-end aplikasi web adalah proses membangun komponen sisi server (server-side) yang mengelola logika bisnis, database, dan integrasi API agar aplikasi dapat berjalan. Berikut adalah tahapan sistematis pembuatan back-end dari spesifikasi hingga implementasi: [1, 2]
1. Analisis Spesifikasi & Perencanaan (Requirement Analysis) [1]
Tahap awal adalah memahami apa yang harus dibangun. [1]
  • Identifikasi Fitur: Menentukan fungsi utama aplikasi (misal: login/register, unggah data, sistem transaksi).
  • Analisis Kebutuhan Fungsional: Apa yang dilakukan sistem (proses data) dan non-fungsional (kecepatan, keamanan).
  • Penyusunan API Dokumentasi: Membuat draf endpoints API yang dibutuhkan (misal: POST /api/login). [1, 2, 3, 4]
2. Desain Arsitektur Sistem (System Design) [1]
Merancang struktur teknis agar aplikasi mudah dikembangkan dan dirawat. [1]
  • Pemilihan Technology Stack: Memilih bahasa (Node.js, Python, PHP, Go) dan framework (Express, Django, Laravel, Gin) yang sesuai.
  • Desain Basis Data (Database): Menentukan jenis database (Relasional seperti PostgreSQL/MySQL atau NoSQL seperti MongoDB) dan merancang skema data.
  • Pemilihan Arsitektur: Memutuskan penggunaan Monolithic (untuk tim kecil/awal) atau Microservices (untuk aplikasi besar). [1, 2, 3]
3. Pengembangan Back-end (Coding & Development)
Tahap penulisan kode sumber berdasarkan desain. [1, 2]
  • Inisialisasi Proyek: Membuat folder, menginstal dependensi (library), dan mengatur environment (misal: menggunakan Git/GitHub).
  • Implementasi Database: Menulis kode untuk koneksi database (ORM/ODM).
  • Pembuatan API & Logika Bisnis: Mengembangkan routes, controllers, dan middleware untuk mengolah data dan aturan bisnis.
  • Autentikasi & Otorisasi: Mengimplementasikan sistem keamanan (JWT, OAuth) untuk membatasi akses pengguna. [1, 2, 3, 4, 5]
4. Pengujian Back-end (QA & Testing)
Memastikan kode berjalan sesuai spesifikasi dan bebas dari bug. [1, 2, 3]
  • Unit Testing: Menguji komponen terkecil (fungsi/method) secara terpisah.
  • Integration Testing: Menguji interaksi antara komponen, seperti koneksi API ke database.
  • API Testing: Menggunakan alat seperti Postman untuk mengecek request dan response API. [1, 2, 3]
5. Deployment & Integrasi (Deployment)
Memindahkan aplikasi dari komputer lokal ke server produksi. [1]
  • Penyusunan Server: Menyiapkan server cloud (AWS, GCP, Azure, DigitalOcean).
  • Containerization (Docker): Membungkus aplikasi ke dalam container agar konsisten di semua lingkungan.
  • CI/CD Pipeline: Mengotomatisasi proses pengujian dan penyebaran (Continuous Integration/Continuous Deployment) agar setiap perubahan kode langsung diuji dan di-deploy. [1, 2, 3, 4, 5]
6. Pemeliharaan & Pemantauan (Maintenance & Monitoring)
Memastikan aplikasi tetap berjalan optimal pasca-peluncuran. [1, 2]
  • Monitoring: Menggunakan alat seperti Prometheus atau Datadog untuk memantau performa, error, dan penggunaan sumber daya.
  • Logging: Menyimpan catatan aktivitas server untuk melacak masalah.
  • Pembaruan Fitur: Menambahkan fitur baru atau melakukan refactoring kode berdasarkan kebutuhan pengguna. [1, 2, 3, 4, 5]

Ringkasan Teknologi Utama:
  • Bahasa/Framework: JavaScript/Node.js/Express, Python/Django/FastAPI, Go/Gin, PHP/Laravel, Java/Spring Boot.
  • Database: MySQL, PostgreSQL, MongoDB, Redis (Caching).
  • Alat: Git, Docker, Kubernetes, Postman, Linux

Google Site - Membuat Website1

  https://www.youtube.com/watch?v=SzdQKFj70-Q