Tahapan mengubah PRD (Product Requirements Document) menjadi UI (User Interface) dimulai dari membedah fungsionalitas, membuat alur kerja pengguna, merancang kerangka dasar, hingga memvisualisasikannya menjadi desain siap pakai. PRD berfungsi sebagai cetak biru untuk menyelaraskan visi bisnis, pengembangan, dan desain. [1, 2, 3, 4, 5]
Berikut adalah tahapan konkret untuk menerjemahkan PRD menjadi desain UI:
1. Analisis dan Pahami PRD
Pelajari dokumen PRD secara menyeluruh. Fokus pada: [1]
2. Buat User Flow (Alur Pengguna)
Petakan langkah-langkah yang harus dilalui pengguna untuk menyelesaikan tugas tertentu (misal: proses checkout). Gunakan diagram kotak atau panah agar terlihat jelas perpindahan antar layarnya.
3. Buat Wireframe (Kerangka Dasar)
Buat sketsa kasar atau Low-Fidelity Wireframe menggunakan alat bantu seperti Figma atau Balsamiq. Fokuskan pada penempatan elemen (teks, tombol, gambar) berdasarkan skala prioritas, bukan warna atau estetika. [1]
4. Desain Mockup (Tampilan Visual)
Ubah wireframe menjadi High-Fidelity Mockup. Terapkan brand guideline (warna, font, ikon) yang sesuai. Pada tahap ini, pastikan Anda merujuk kembali ke PRD agar tidak ada fitur yang terlewat. [1]
5. Buat Interaksi dan Prototipe (Prototype)
Hubungkan setiap layar dalam desain menggunakan fitur Prototyping di Figma agar UI dapat diklik dan disimulasikan seperti aplikasi sungguhan. Ini membantu memvalidasi alur kerja sebelum masuk ke tahap coding.
6. Uji Coba dan Iterasi
Lakukan evaluasi desain dengan tim internal atau berikan prototipe kepada pengguna (User Testing). Kumpulkan masukan, perbaiki titik kesulitan (pain points), dan sesuaikan desain jika ditemukan celah dari persyaratan PRD.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar