Dalam Android, activity merupakan satu layar dalam sebuah aplikasi. Konsep ini mirip dengan satu jendela pada aplikasi desktop. Sebuah aplikasi Android dapat terdiri dari satu atau lebih layar (activity).
Setiap activity akan melalui berbagai tahapan yang disebut lifecycle (siklus hidup), dan dikelola dalam sebuah activity stack. Ketika sebuah activity baru dijalankan, activity sebelumnya tidak hilang, melainkan tetap berada di bawahnya dalam stack.
Berikut penjelasan tahapan (state) dari activity:
-
Active / Running (Aktif / Berjalan)
Jika sebuah activity berada di bagian depan layar (paling atas dalam stack), maka activity tersebut disebut aktif atau sedang berjalan. Ini adalah activity yang sedang digunakan atau berinteraksi langsung dengan pengguna. -
Paused (Tertunda / Kehilangan Fokus)
Jika activity kehilangan fokus karena ada activity lain yang muncul di atasnya (misalnya activity transparan atau berukuran kecil), maka activity tersebut masuk ke kondisi paused.
Dalam kondisi ini, activity masih aktif sepenuhnya (tidak dihentikan), tetapi tidak sedang menerima input dari pengguna. -
Stopped (Berhenti / Tersembunyi)
Jika activity tertutup sepenuhnya oleh activity lain, maka statusnya menjadi stopped.
Activity ini masih menyimpan semua data dan keadaannya, tetapi karena tidak terlihat, sistem dapat menghapusnya dari memori jika diperlukan. -
Destroyed (Dihancurkan)
Sistem dapat menghancurkan activity dari memori, baik dengan meminta activity untuk selesai (finish) atau langsung menghentikan prosesnya.
Jika activity tersebut dibuka kembali, maka harus dibuat ulang dari awal dan mengembalikan kondisi sebelumnya.
Untuk setiap tahap dalam lifecycle tersebut, Android menyediakan 7 metode utama yang memiliki fungsi masing-masing, seperti:
-
onCreate() -
onStart() -
onResume() -
onPause() -
onStop() -
onRestart() -
onDestroy()

Tidak ada komentar:
Posting Komentar